Untuk ayah.. ada seseorang yang tak bisa ku gambarkan, yang jelas ia begitu menyayangiku. Ia hebat, kuat, dan tak pernah mengatakan bahwa ia lelah. Ia selalu terlihat bersemangat dan tersenyum untukku. Ayah tak perlu memperlihatkan bahwa dirinya adalah sosok yang hebat, di mataku ayah lebih dari segalanya. Sampai suatu ketika ia terbaring lemah tak berdaya, dan aku lagi-lagi harus kehilangan senyuman yang seharusnya selalu ku dapatkan darimu setiap hari. Aku lupa kalau hal yang berharga dalam hidup pun bisa hilang. Tapi takdir berkata lain, ia lebih dulu dipanggil oleh sang kuasa setelah ia melawan rasa sakitnya itu. Ayah.. engkau masih lelaki terhebat yang ku punya. Dunia ini terlalu keras untuk kuhadapi sendiri. Seringkali aku terluka tanpamu di sisiku. Ayah.. apakah engkau tau aku sangat merindukanmu ? Aku selalu meneteskan air mata saat mengingatmu. Aku seringkali merindukan sosok seorang ayah yang selalu melindungiku. Terkadang jika aku lelah, seringkali aku menginginkan bisa memelukmu walau hanya sebentar, duduk santai, dan tertawa bersamamu. Aku menyadari bahwa kepergianmu membuatku mengerti bahwa rindu yang paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang telah tiada yaitu Ayah. Terimakasih ya Allah.. karena kau telah memberiku seorang ayah yang baik hati, sabar, dan bertanggung jawab. Terimakasih Ayah untuk kasih sayang yang kau berikan selama ini.. Aku merindukanmu :”