
PERAN ORANG TUA

Peran orang tua dalam pendidikan anak, jelas dan tegas bahwa mereka adalah pendidik yang utama dan pertama. Pertama karena merekalah yang memberikan pengajaran, pendidikan, apapun itu untuk perdana kalinya. Ada di tangan mereka jelas untuk memberikan pengaruh dan arah untuk menjadi apa dan seperti apa. Utama, karena merekalah yang memiliki tanggung jawab, kewajiban, dan kuasa untuk menjadikan anak seperti apa.
Keterbatasan kemampuan, ketrampilan, pengetahuan, teknik, dan keahlian, negara memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka dengan mengadakan sekolah. Guru yang memiliki kewenangan untuk memberikan pendidikan yang dipercayakan oleh orang tua dan negara kepada mereka. Ingat, namun mereka bukan mengambil alih, dan menjadi tumpuan satu-satunya pendidik bagi pendidikan anak.
Kerjasama, saling melengkapi dan memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas, batasan, dan ranah masing-masing. Hal itu tertu adanya konsensus yang diatur oleh negara, sehingga pendidikan itu ada yang namanya tujuan pendidikan nasional dan seterusnya. Kewajiban lembaga pendidikan tentu seturut dengan tujuan pendidikan tersebut.
Kesulitan orang tua. Jelas karena pertimbangan ekonomi, lebih efektif dan efisien bahwa pendidikan itu dilakukan oleh guru yang memang mendapatkan pendidikan yang telah teruji dan tervalidasi, guru yang memang profesional dengan bidangnya. Namun demikian, orang tua tidak bisa kemudian lepas tangan dengan alasan tidak memiliki bekal pendidikan dan telah membayar misalnya. Hal ini bukan sifat dasar pendidikan. Pendidikan pada hakikatnya adalah naluriah dari orang tua ke generasi berikutnya. Tentu bahwa pendidikan modern tidak cukup dengan hal demikian.
Keterbatasan waktu di antara banyak kewajiban lain, orang tua memang wajib “menitipkan” anaknya ke lembaga pendidikan. Baik formal ataupun informal, demi tumbuh kembang anak. Mereka karena memang tidak tahu, karena kesibukan, karena keterbatasan skill, layak untuk memberikan kepercayaan kepada lembaga pendidikan untuk membantu, ingat membantu bukan memberikan oper tanggung jawab dan peran pendidikan.
Pendidikan modern memang tidak cukup sebatas tradisi, warisan, atau pendidikan turun temurun seperti zaman dulu lagi. Namun sering timbul salah paham bahkan menjadi paham yang salah karena keterbatasan pemahaman, pengetahuan, atau sikap egois beberapa pribadi.
“Memanjakan” anak atas nama kasih. Kasihan karena tidak pernah memperhatikan, contoh orang tua yang bekerja sepanjang hari, atau bekerja luar kota, bahkan lua negeri. Ketika ada kesempatan bersama, pekerjaan rumah pun diambilalih dan membuatkan, bukan lagi dan semata membantu. Membuatkan, atau menyusunkan jadwal untuk esok hari. Sikap tanggung jawab yang hendak ditanamkan bisa rusak jika tidak disadari dan adanya atas nama kasih atau kasihan ini. Hal ini bisa terjadi bahkan pada orang tua yang berpendidikan tinggi sekalipun.
Memaksa anak menjadi apa yang biasanya orang tua tidak bisa menjadi apa. Contoh, karena orang tua gagal menjadi ahli mesin, karena kemampuan bisa masalah kemampuan otak, ekonomi, atau yang lain, memaksakan anak untuk menjadi ahli mesin. Anak itu bukan boneka orang tua. Anak memiliki hak untuk menentukan apa dan mau menjadi apa atas hidupnya. Orang tua hanya menjadi fasilitator. Membeayai itu adalah kewajiban bukan menjadi beban bagi anak, dan senjata bagi orang tua. Orang tidak tidak memiliki hak sama sekali atas ini.
Les dan bimbingan belajar. Orang tua yang memiliki berkat lebih, biasanya memberikan bimbingan belajar bagi, bisa mengundang mentor ke rumah, atau mengirim anak ke rumah si mentor, atau ke lembaga bimbingan belajar. Sepanjang anak tidak tertekan, bukan mengambil alih pembuatan tugas, dan waktu anak untuk bebas dan bermain tetap ada, masih wajar. Jangan sampai anak di kelas di sekolah resmi malah ogah-ogahan dan becanda, dengan asumsi bayar “lebih murah.” Hal ini marak di mana anak jauh lebih serius di bimbel mereka daripada di sekolah. Kesalahannya adalah ketika malah di sekolah mereka menjadi abai karena merasa sudah belajar di bimbel. Seolah sekolah menjadi ajang bermain karena “mura” dan temannya di “bawah” mereka. Bimble itu melengkapi bukan malah menjadi pesaing bahkan mengganggu pendidikan.
PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK

Orang tua dan keluarga secara keseluruhan adalah pengaruh yang paling penting dalam kehidupan seorang anak. Dukungan mereka dapat memainkan peran vital dalam setiap tahap pendidikan. Orang tua yang berperan mendukung dalam pembelajaran anak mampu membuat perbedaan dalam meningkatnya prestasi dan tingkah laku. Keterlibatan aktif dari orang tua juga mampu membantu apabila mereka mempraktikkan hal-hal sebagai berikut yang merupakan peran orang tua dalam mendidik anak :
- Memberikan anak waktu lebih
Hal ini sudah sering kali dikatakan dalam berbagai bahasan mengenai hubungan orang tua anak, di mana komunikasi adalah faktor yang primer. Begitu pula dalam aspek pendidikan. Luangkan waktu di sela kesibukan Anda demi anak. jika Anda terus mengabaikan mereka, mereka akan kehilangan rasa tanggung jawab dan ketertarikan terhadap studinya.
Luangkan waktu sebanyak mungkin dengan mereka dan diskusikan studi mereka setiap hari. Tanya anak apa yang mereka baca di sekolah. Bantulah mereka dalam studinya, jika bisa. Bicaralah pada mereka cara-cara untuk dapat berkembang di sekolah. Berikan mereka kesadaran akan pentingnya belajar dalam hidup. Dengan begini, anak akan mulai menumbuhkan ketertarikan pada studi mereka.
Untuk cara ini, perlu diketahui pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Dengan mengetahui karakteristik anak usia dini, orang tua dapat mengetahui lebih awal apa saja yang dapat mereka lakukan untuk menyediakan pendidikan terbaik yang cocok dengan potensi anak.
2. Memberikan anak lingkungan yang mendukung di rumah
Lingkungan rumah dapat memberi pengaruh besar pada kehidupan anak sebagai seorang pelajar. Ciptakan lingkungan penuh kasih sayang dengan hubungan yang baik antara seluruh anggota keluarga. Menciptakan lingkungan seperti ini juga merupakan perwujudan dari peran keluarga dalam pendidikan moral anak sekaligus juga cara mendidik anak yang tepat. Anak akan memahami bahwa studi mereka penting sebagaimana pentingnya menjaga diri serta hubungan keluarga yang baik. Jika lingkungan rumah membuat anak stres, mereka tidak akan mampu berkonstrasi secara maksimal pada pembelajarannya.
Ciptakan lingkungan yang mendukung dan mendidik di rumah Anda. Jangan melakukan aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian anak sementara mereka belajar seperti, menonton televisi ketika anak sedang mengerjakan PR atau belajar untuk ujian. Sediakan tempat yang tenang agar mereka dapat belajar dengan konsentrasi tinggi.
3. Memberikan anak Anda semangat
Hargai anak baik di saat mereka mendapatkan nilai ujian yang bagus maupun ketika mereka tidak mendapat hasil yang diinginkan karena sesungguhnya mereka telah bekerja keras. Dengan menghargai prestasi mereka dalam ujian mereka akan tetap berusaha untuk mendapat penghargaan lebih. Begitu juga sebaliknya. Menyemangati anak jika mereka gagal atau mendapat nilai buruk dalam ujian akan membuat mereka mampu bangkit kembali dan memulai dengan semangat yang baru. Dengan demikian Anda telah mewujudkan cara menjadi orang tua yang baik bagi anak.
4. Menjalin jaringan dengan guru sekolah anak Anda
Sesekali kunjungi sekolah anak Anda dan tanyakan pada guru yang bersangkutan mengenai studi mereka. Hal ini akan memberikan Anda pengetahuan tentang studi yang sedang mereka jalani di sekolah. Anda akan mengetahui kelemahan anak juga bagaimana Anda dapat membantu mereka meningkatkan diri sesuai dengan keperluan dan selanjutnya Anda akan dapat mengetahui cara mendidik anak yang baik.
5. Mendiskusikan masalah anak bersama-sama
Anak Anda mungkin saja memiliki halangan dalam proses belajarnya. Tanyakan apakah mereka punya masalah di sekolah termasuk apakah mereka memiliki masalah dalam peran anak dalam keluarga dan cara menerapkannya. Cobalah untuk menemukan penyelesaiannya. Tetap bersikap bersahabat selagi berdiskusi tentang hal tersebut agar mereka tahu cara agar percaya diri dalam menghadapi masalah-masalahnya.
6. Mengawasi aktivitas anak
Amati aktivitas keseharian anak anda dan lihatlah jika mereka mungkin memanfaatkan energi dan waktu mereka untuk kegiatan yang tidak penting. Mereka mungkin saja menghabiskan waktu menonton film atau bermain game terlalu lama. Tetapi meski demikian jangan pernah mencurigai apa yang anak Anda lakukan selagi Anda tidak melihat. Sebaliknya berikan mereka pengertian terhadap kewajiban anak di rumah beserta tanggung jawabnya supaya mereka tahu apa yang sebaiknya mereka lakukan dengan waktu dan energi mereka.
7. Meningkatkan kebiasaan belajar anak
Beri anak nasihat tentang bagaimana mereka dapat meningkatkan kebiasaan belajar mereka. Buatlah mereka tidur tepat waktu dan bangun lebih awal di pagi hari. Buatlah mereka duduk untuk belajar jika mereka tidak melakukannya. Tunjukkan pada mereka beberapa tips belajar yang baik dan cara menyiapkan diri untuk ujian. Hindarkan anak dari aktivitas-aktivitas tidak berguna. Hal ini juga berlaku untuk anak yang masih dalam usia dini. Salah satunya dapat dimulai dari mengetahui cara mengajari anak membaca dengan mudah. Selanjutnya semakin anak dewasa, mereka akan mendapat kemudahan-kemudahan dalam belajar secara formal.
8. Menyeimbangkan sikap ketika menasihati anak
Sebagai orang tua, Anda harus tetap menyeimbangkan antara perasaan kasih sayang Anda dengan ketegasan Anda pada anak. Perlakukan mereka dengan penuh kasih sayang ketika memberikan nasihat untuk studi mereka namun perlakukan mereka dengan tegas dan disiplin ketika melarang mereka melakukan sesuatu.
Jangan pernah memukul mereka, cukup berikan mereka larangan membuang waktu atau larangan bersikap tidak sopan atau melakukan kegiatan tidak penting sehingga anak paham bahwa mereka harus menuruti Anda. Namun jangan sampai sikap Anda yang terlalu keras membuat Anda memiliki ciri orang tua yang protektif terhadap anak. Anda terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana cara meredam emosi diri.
9. Menjadi orang tua yang kreatif
Kemajuan teknologi saat ini telah menyediakan banyak cara baru bagi anak Anda belajar. Manfaatkan website-website berkualitas yang menawarkan tugas-tugas latihan untuk sekolah atau aktivitas yang berkaitan dengan topik yang sedang anak Anda pelajari di sekolah. Cari video yang berhubungan dengan konsep mata pelajaran anak. Bawa anak ke perpustakaan atau museum untuk memberi mereka pengalaman baru. Dengan bahan-bahan tersebut Anda dapat membantu anak belajar dengan memberikan mereka penjelasan dari sudut pandang berbeda.
10. Kombinasikan minat anak dengan mata pelajaran yang sedang anak pelajari
Jika anak Anda sedang mempelajari tabel perkalian di sekolah tetapi di sisi lain ia senang menulis, bekerjalah bersama anak Anda untuk misalnya, membuat cerita tentang soal perkalian. Temukan minat anak dan bagaimana Anda dapat mengombinasikannya dengan anak. Percobaan ini akan membuat anak tidak hanya lebih semangat dalam pendidikan namun juga membuat mereka berprestasi dalam sisi akademis dan dalam hobi yang sangat mereka sukai.
Mulailah Gaya Hidup Sehat Sekarang Juga!
Di bawah ini adalah 6 cara mudah yang dapat Anda mulai untuk menjalani gaya hidup sehat:
1. Olahraga dan Tidur nyenyak
Olahraga dan kualitas tidur itu penting. Dengan rutinitas latihan yang tepat serta pola tidur yang teratur, Anda telah memulai gaya hidup sehat yang berdampak positif untuk kehidupan Anda, dan yang pasti kesehatan Anda.
Orang yang beristirahat dengan baik memiliki kendali lebih baik atas nafsu makan mereka. Semakin lama Anda terjaga, semakin besar kemungkinan Anda untuk tetap lapar.
Tidur setidaknya 7 jam sehari cukup untuk hidup yang lebih sehat dan menjaga kebugaran Anda.
Penelitian sebenarnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik berdampak pada kualitas tidur secara keseluruhan.
Perlu diingat, olahraga memang penting untuk kesehatan, tetapi jika terlalu berlebihan, maka dampaknya buruk untuk tubuh. Anda yang paling tahu sekuat apa tubuh Anda, dan berolahragalah semampu Anda.
Jika mau meningkatkan stamina dan durasi dalam berolahraga, sebaiknya lakukan secara bertahap.
2. Kebersihan diri
Untuk menjalani cara hidup yang sehat, jangan sampai melupakan kebersihan diri, karena itu hal yang penting.
Anda pasti tidak ingin orang menjauhi Anda karena masalah bau mulut atau bau badan bukan?
Bau mulut atau badan menandakan hal yang kurang baik pada tubuh Anda. Anda harus mulai memperhatikan kebersihan diri untuk menjalani gaya hidup sehat.
Berikut ini adalah beberapa hal yang wajib Anda lakukan untuk menjaga kebersihan diri:
- Gosok gigi dan lidah Anda minimal dua kali sehari,
- Mandi dengan sabun setidaknya sekali sehari,
- Kurangi makanan dan minuman yang berbau tidak sedap, seperti bawang merah, bawang putih dan alkohol,
- Minum lebih banyak air dan kunyah permen karet untuk mencegah bau mulut,
- Gunakan antiperspirant untuk mengurangi keringat,
- Ganti dan cuci pakaian Anda secara teratur,
- Jangan lupa untuk mencukur bulu ketiak Anda.
Selain itu, dengan menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan juga akan menghindari Anda dari berbagai penyakit.
3. Konsumsi makanan sehat

Pilih makanan yang mengandung sedikit lemak tidak sehat, rendah gula dan bahan-bahan organik. Kurangi konsumsi permen Anda, lebih baik Anda memilih buah utuh, jus segar, dan roti gandum utuh.
Trik untuk menurunkan berat badan dan tetap bugar adalah mengetahui bahwa jumlah kalori yang dibakar harus melebihi jumlah kalori yang dikeluarkan.
Jangan lupa untuk perbanyak serat dan air, daripada makanan berlemak dan makanan-makanan instan.
Jangan mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak sekali makan, lebih baik makan sedikit tapi sering.
Makanlah porsi kecil makanan sehat 5-6 kali sehari. Jalani cara hidup sehat dengan memilih makanan sehat!
4. Tertawa
“Tertawalah, sebelum tertawa itu dilarang” – Warkop DKI –
Pertahankan gaya hidup sehat Anda dengan tertawa. Obat yang telah diuji dan dibuktikan oleh para ilmuwan selama beberapa dekade ini adalah tertawa.
Tertawa akan menghilangkan stres, memperbaiki mood, mencegah penyakit jantung dan bahkan meningkatkan kekebalan tubuh Anda.
Jika Anda cemas atau takut, cobalah untuk sering tersenyum dan tertawa. Tersenyum juga membuat Anda lebih menarik lho!
5. Meditasi
Jangan pernah melupakan Me-time Anda, luangkan waktu untuk itu. Gunakan Me-time Anda untuk bermeditasi, serta menghilangkan semua kepenatan Anda.
Selain meditasi baik untuk ketenangan diri, meditasi juga baik untuk kesehatan Anda. Lakukanlah meditasi setidaknya 20 menit setiap hari untuk merasakan manfaatnya yang luar biasa.
Sudah banyak tutorial meditasi yang tersebar di internet, atau Anda bisa mengikuti kelas meditasi untuk bimbingan yang lebih baik. Anda bisa mencoba salah satunya yang cocok untuk Anda. Jadikan meditasi sebagai bagian gaya hidup sehat Anda!
6. Jalin hubungan
Gaya hidup sehat yang terakhir adalah dengan menjalin hubungan baik dengan manusia maupun dengan alam.
Penelitian menunjukkan bahwa kesepian sering menjadikan orang depresi, dan orang yang kesepian memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.
Mulailah keluar rumah, berkunjung ke tempat saudara atau teman Anda. Dengan begitu, Anda dapat mulai tertawa bersama mereka, menghilangkan rasa kesepian Anda.
Jangan sampai Anda kurang piknik! Menjalin hubungan dengan alam adalah cara hidup sehat yang sangat indah untuk menghilangkan stres.
Kunjungi alam terbuka dengan sahabat atau orang yang Anda cintai. Dengan begitu Anda telah menjalani gaya hidup yang baik.
Lagipula, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain. Jadi, rasanya interaksi dengan lingkungan luar itu penting buat Anda.
Itulah beberapa cara untuk memulai gaya hidup sehat yang bisa Anda terapkan. Mulai sekarang, ubahlah gaya hidup Anda untuk kehidupan yang lebih baik!


